Laman

Senin, 02 Desember 2013

Tentang Maliq & D'Essentials

Maliq & D'Essentials adalah sebuah band beraliran jazz yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Banyak yang ngga tau kali ya kepanjangan Maliq itu apa?? Maliq adalah kepanjangan dari Music And Live Instrument Quality yang pertama kali digagas oleh Angga dan Widi yang juga merangkap sebagai produser, komposer, arranger dan song writer, buseet banyak banget ya posisinya.. :) Lalu istilah D'Essentials awalnya adalah sebagai pendukung dari konsep tersebut yang mengacu kepada personel-personel yang lain. Kini istilah Maliq & D'Essentials telah menjadi suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, walaupun masih banyak orang yang sering salah menyebutkan dengan benar nama grup musik ini,hahaha.. lidah kampung kaya gue gini kali yaaa.. :D Maliq & D'Essentials pertama kali dibentuk pada 15 Mei 2002 dengan berisikan 9 personel. 

Perjalanan karir mereka sebagai musisi diawali dengan menjadi band cafe di sebuah pub kecil dalam hotel berbintang lima di Jakarta, dimana mereka memainkan musik-musik yang pada waktu itu belum terlalu lazim diusung di kalangan anak muda pada umumnya. Kini setelah hampir 10 tahun berdiri, mereka semakin kompak meski hanya menyisakan 6 personel yang terdiri dari Angga Puradiredja (Vokal) Indah (Vokal), Ilman (Keyboard & Piano), Jawa (Bass), Lale (Gitar) dan Widi (Drum). Banyak yang berpendapat jika Maliq & D'Essentials adalah grup musik yang mengusung genre Jazz. Hal ini disebabkan karena debut awal mereka ada di panggung Java Jazz Festival 2005, panggung yang membuat Maliq & D'Essentials dikenal masyarakat lebih luas lagi. Namun musik yang mereka usung sebenarnya tidak hanya jazz saja, melainkan perpaduan antara berbagai macam genre musik seperti, soul, funk, rock, blues, dan lain-lain.. (banyak ya??). Mereka menyebutnya Organic Music agar lebih mudah. 

Sejak penampilannya yang menawan pada pergelaran Jakarta International Jazz Festival 2005, popularitasnya semakin meningkat terutama di kalangan anak muda Jakarta, kaya gue gini lah yaaa.. masih muda kan,hehe.. Lagunya pun beranega ragam, perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam lagu-lagunya menjadi salah satu andalannya yang khas. Musik yang dimainkannya khas dan kadang tidak terkesan seperti halnya lagu Indonesia yang umumnya terdengar melankolis. Kalo yang baru denger gitu lagu yang bahasa Inggris, kaya band-band dari Jepang gitu.. #lho?? Maliq & D'Essentials sudah mengeluarkan lima full album yaitu 1st dan Free Your Mind dengan masing-masing album dibuat versi repackagenya. Tiga album terakhirnya adalah Mata Hati Telinga, The Beginning of Beautiful Life dan yang paling baru adalah Sriwedari. Total keseluruhan album yang sudah dirilis oleh Maliq & D'Essentials adalah 7 album. 

Di tahun 2004, Maliq & D'Essentials merilis album perdananya, 1st Maliq & D'essentials dengan singlenya yang menggebrak industri musik dalam negeri yaitu "Terdiam" dan diikuti oleh beberapa single lainnya seperti "Untitled", "Sampai Kapan" dan "Kangen". Setahun kemudian, album edisi Repackaged dirilis dengan hit singlenya yang berjudul "The One". Album 1st memberikan kontribusi penjualan keping CD yang fantastis. Disaat yang bersamaan, Dimi salah satu vokalisnya memutuskan keluar dari band untuk bersolo karir. Maliq & D’Essentials kembali menelurkan album terbaru berjudul Sriwedari, dengan single pertama yang berjudul "setapak sriwedari", beeeuuuhhh.. enak ngeet dah lagunya. Album ini isinya delapan lagu. Semua lagu di album ini dibikin bareng-bareng. Sampai saat ini, album Sriwedari adalah album yang paling menyenangkan. Karena menurut mereka dalam album ini paling nyaman mengerjakannya, dan mereka bisa eksplor lagi ke arah musik yang belum pernah didalami sebelumnya.Kenapa nama albumnya Sriwedari?? Sriwedari artinya taman surga. Mereka ambil kata itu sebagai judul album, karena mereka merasa dapat banget momentum bikin albumnya. "Album ini suatu kenikmatan buat kami. Makanya, bisa dibilang bahwa album kelima ini adalah sriwedari kami", begitulah kata mereka. Yang membedakan album ini dengan album2 sebelumnya adalah ada rasa British di album Sriwedari. Sebenarnya, itu tanpa direncanakan. Tapi, itulah yang terjadi secara natural di album tersebut. Makanya, M&D juga memilih untuk melakukan mastering di Abbey Road, Inggris. Prosesnya sih, hanya dengan mengirim data ke pihak studio Abbey Road. Biayanya lebih  mahal, tapi sebanding dengan hasilnya. Ini dilakukan bukan untuk kepentingan gaya-gayaan, gitu. Tapi, untuk mendukung produksi, biar hasilnya sesuai dengan bayangan sewaktu bikin album.” Dan di album ini ada lagu dangdutnya lho, dangdut bangeeeet..judulnya Drama Romantika. Selama ini, musik dangdut identik dengan norak dan nggak cool. Nah, M&D mencoba mengubah imej itu dengan membuat lagu dangdut yang cool. Inspirasinya dari lagu-lagu dangdut milik Soneta Group. "Ternyata, bikin musik dangdut itu susah banget, lho!" Kata mereka neh ya, paling enak lagu2 di album sriwedari ini didengerin pagi-pagi, sih. Karena, suasana albumnya cukup positif.  Apa yang diceritakan di album ini menggambarkan kehidupan selama 24 jam. Dekat dengan keseharian. Ada yang bikin happy, tapi ada juga yang bikin pusing. Dari lagu pertama, Sing! Make It Last Forever, sampai lagu terakhir, Inilah Kita, cocok untuk memberi warna pada hari yang akan kita lalui. 

Sekian dulu, kalo ada info lagi ntar tambah lagi,hehe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar